Minggu, 08 November 2015

Si Gaek Kebanggaan James Bond

Diantara banyak mobil langka yang ada di Indonesia, Aston Martin DB5, pasti salah satu yang paling gaib.  Namun model grand tourer 2-pintu yang tersohor karena film James Bond itu bisa terlihat di Jakarta.  Pada pameran tersebut dipamerkan Aston Martin di Jakarta saat meluncurkan satu-satunya unit DB9 GT Bond Edition untuk Indonesia, di Jakarta, (Kamis (5/11/2015). Si gaek ini sengaja ikut mejeng agar suasana peluncuran semakin kental nuansa klasik dan flamboyan khas tokoh spionase asal Inggris itu. 

Mobil ikonis James Bond, Aston Martin DB5,  tampil di hadapan publik di Jakarta (Febri Ardani/KompasOtomotif) 
Febri Ardani/KompasOtomotif Bodi belakang
Aston Martin DB5 unik bergaya grand touring
Francisca Prandayani, General Manager Sales and Marketing Aston Martin Jakarta menjelas kan, DB5 ini dimiliki salah satu kolektor asal Jakarta.  Wajah Aston Martin DB5 sudah banyak menghiasi film James Bond. Sosoknya sangat langka, sebab dikatakan cuma ada satu di seluruh Asia Pasifik dan keberadaannya spesial karena ada di Indonesia. “Kelahiran 1964, ini bukan repilka tapi mobil sebenarnya, sering dibawa kalau akhir pekan sama pemiliknya,” ucap Francisca yang menutup identitas tuan mobil ini. DB5 sudah kawakan di film James Bond. Agen dengan alias 007 itu menggunakannya pada Goldfinger, Thunder ball, On Her Majesty’s Secret Service, The Living Daylights, Golden Eye, Tommorow Never Dies, The World is Not Enough, Die Another Day, Casino Royale, Quantum of Solace, Skyfall, dan terakhir, Spectre. Bila Anda sudah menyaksikan Spectre, pasti ingat di adegan terakhir Bond yang sudah memutuskan pensiun kembali ke markas Q untuk membawa pergi DB5.

Febri Ardani/KompasOtomotif
Lambang di depan kap mesin
Aston Martin DB5. DB
merupakan kependekan
dari nama pemilik
Aston Martin sejak
1947 David Brown
Pada Goldfinger (1964), seharusnya mobil Bond bukan DB5 tapi DB Mark III seperti versi novel karangan Ian Fleming. Namun produser film memutuskan memakai prototipe DB5 yg sudah dilengkapi berbagai gadget tercanggih di eranya. Ada 2 unit untuk pembuatan film, salah satunya tidak memiliki perlengkapan “perang”. Unit yang satu ini mempertahankan tampang orisinil DB5. Detailnya mengagum kan bahkan badge di depan dan belakang bertuliskan nama pemilik Aston Martin sejak 1947, David Brown (kepanjangan DB), tetap mengilap. Sayang kondisi kabin tidak bisa dilihat jelas sebab pintu mobil tidak boleh dibuka. DB5 produksi massal berjumlah 1.023 unit, mengesankan ada orang Indonesia yg memiliki salah satu di antaranya. Spesifikasi asli DB5 menggunakan mesin 4.0L yg diso- kong 3 karburator. Tenaga maksimal 282tk sanggup dikebut sampai 233 kpj.

(Sabtu, 7 November 2015 | 15:06 WIBJakarta, KompasOtomotif - Penulis  Febri Ardani Saragih  - Editor : Agung Kurniawan)