Selasa, 15 Desember 2015

Begini Cara Registrasi Kartu SIM Menurut Aturan Baru

Kementerian Komunikasi dan Informatika mulai hari ini, Selasa (15/12/2015), resmi memberlakukan peraturan registrasi bagi pembeli kartu perdana prabayar, bagaimana caranya? Berbeda dengan mekanisme sebelumnya, dimana pembeli yang melakukan registrasi nomor prabayarnya, kali ini penjual kartu prabayarlah yang melakukannya saat transaksi. Data pelanggan tidak disimpan oleh penjual kartu prabayar, melainkan oleh operator seluler yang mengeluarkan SIM card bersangkutan. Berikut adalah tata cara melakukan registrasi SIM card prabayar menurut aturan baru:

- Saat hendak membeli kartu SIM perdana, pelanggan wajib membawa identitas resmi yang masih berlaku, bisa berupa KTP/Paspor/SIM/Kartu Pelajar, dan sebagainya.

- Registrasi kartu perdana kemudian dilakukan oleh penjual kartu SIM yang telah mendapatkan identitas resmi dari operator sebagai penjual.

- Pelanggan wajib menunjukkan tanda pengenal asli, kemudian penjual akan mendata nomor identitas, nama lengkap, tempat tanggal lahir, serta alamat sesuai identitas.

- Kartu SIM perdana prabayar akan diaktifkan penjual dan nomor bisa mulai dipakai.

Kewajiban registrasi kartu perdana ini sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 23/Kemenkominfo/10/2005.

Pendataan yang lebih terverifikasi seperti di atas, menurut Ketua BRTI Kalamullah Ramli, akan berguna untuk mencegah penyalahgunaan penggunaan nomor prabayar, seperti SMS spam dan pencegahan tindak pidana.  "Penjual dan pembeli sekarang ada identitasnya, sehingga bisa kita ketahui sampai ke ujungnya kalau ada tindak pidana," ujar Ramli di kantor Kemenkominfo, Selasa (15/12/2015). 

Reska K. Nistanto - Kompas Tekno - Selasa, 15 Desember 2015 | 14:34 WIB - JAKARTA, KOMPAS.com - Editor    : Oik Yusuf

Senin, 07 Desember 2015

Kipas Angin Tanpa Baling-baling

Para insinyur di perusahaan home appliance asal Inggris, Dyson menciptakan kipas angin Dyson Cool untuk mengatasi masalah klasik kipas angin konvensional, yaitu kekuatan hembusan angin dan suara bising.  Kipas angin yang berputar pelan memang tidak bising, namun kekuatan angin yang dihasilkan lemah. Di sisi lain, kipas yang berputar kencang menghasilkan aliran udara yang kuat namun seringkali menimbulkan suara bising.


Dyson mendesain kipas anginnya tanpa bilah kipas, berbentuk lingkaran dan mendesain ulang aliran udara dan memperkuatnya dengan teknologi air multiplier. Lalu darimana udara mengalir? "Rahasianya ada di kaki kipas angin, terdapat rongga yang di dalamnya bersemayam mesin penghisap yang senyap, udara yang dihisap kemudian didistribusikan ke saluran melingkar di atasnya, terang Jia Min Tan, Dyson Acoustic and Vibration Analysis Engineer kepada KompasTekno saat dijumpai di kantor Dyson di Singapura, Jumat (4/12/2015).

Dijelaskan Jia Min, lingkaran tersebut memiliki sedikit celah tempat udara bertekanan itu mengalir. "Prinsipnya mengikuti hukum fisika Bernaulli, karena tekanan udara yang dihasilkan di sekeliling lingkaran lebih tinggi dibanding udara yang bergerak, maka udara bertekanan rendah di belakang kipas akan tersedot ke dalam lingkaran, dan didorong ke depan, dengan dmeikian udara yang dihembuskan lebih kuat," terang Jia Min.

Teknologi di baliknya adalah motor penghisap udara buatan Dyson yang walau ukurannya kecil, namun bisa menghisap udara dengan kuat. Rotasi kipasnya mencapai 110.000 rotasi per menit (RPM), lebih kencang dari putaran mesin balap F1 (15.000 RPM). menghasilkan aliran udara yang lebih kuat sudah, lalu bagaimana cara Dyson mengeliminir suara bising?

Dyson menggandeng insinyur akustik, Jean-Baptiste Blanc untuk menghilangkannya. Dengan mengadopsi teknologi rongga Helmholtz (Helmholtz Cavity), aliran udara yang dihasilkan kipas akan diperangkap di suatu rongga terlebih dahulu untuk mengubah amplitudo, sehingga gelombang suara yang dihasilkan lebih selaras tanpa turbulensi.

Demikianlah cara Dyson membuat kipas angin tanpa bilah yang mengalirkan udara lebih kencang namun dengan suara bising yang sedikit. Kipas angin tanpa bilah ini mulai dipasarkan di Indonesia pada kuartal pertama 2016 mendatang, saat Dyson membuka Concept Store di Jakarta. Namun jika tidak sabar menunggu Concept Store tersebut dibuka, kipas angin ini bisa dijumpai di gerai-gerai elektronik modern.

Reska K. Nistanto - Kompas Tekno Senin, 7 Desember 2015 | 12:26 WIB SINGAPURA, KOMPAS.com

Minggu, 06 Desember 2015

Mesin Bensin Toyota Bakal Dual VVT-i

Di Frankfurt Motor Show pada September lalu platform baru Toyota New Global Architecture (TNGA) diumumkan bakal menjadi masa depan pondasi sistem penggerak dan pengembangan kendaraan Toyota. Cepat atau lambat penggunaan desain baru itu akan memengaruhi model-model yang dipasarkan di Indonesia. TNGA merupakan standarisasi layout dan komponen yang bisa digunakan pada banyak model beda segmen. Konfigurasi TNGA lebih dinamis untuk ukuran model dan sistem gerak roda depan, roda belakang, atau semua roda.

Model pertama dengan basis TNGA adalah New Prius, disebut platform-nya bisa digunakan untuk beberapa model baru di masa depan. Indra Setiawan, Manager Engineering Toyota Motor Manufacturing Indonesia, menjelaskan, TNGA memungkinkan penggunaan suku cadang yang sama. Kelebihan metode ini meninggikan tingkat efisiensi produksi dan akhirnya pada memudahkan perawatan mobil di tangan konsumen. “Cuma harus hati-hati karena kalau ada satu yang salah, semua (model) bisa salah semua. Maka pengembangan harus dilakukan menyeluruh,” terang Indra di Bali, Jumat (4/12/2015).

Indra mengatakan TNGA akan dipakai Toyota di seluruh dunia pada 2020 termasuk Indonesia. Platform yang ada sekarang bakal diubah menjadi baru. Tentu logikanya, model-model yang kita lihat sekarang perlahan dirancang beralih ke “All-New” mengikuti TNGA.

Semua mesin bensin Dual VVT-i TNGA adalah kata kunci perubahan menyeluruh Toyota yang mengarah ke konsep “Fun to Drive”, seperti keinginan CEO Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda. Karakteristik TNGA membuat mobil punya titik pusat gravitiasi lebih rendah untuk pengendalian lebih presisi dan berkendara responsif. TNGA bertugas mendukung itu tanpa mengurangi kenyamanan berkendara.

Indra menjelaskan, semua pengembangan model di Indonesia juga mengarah ke Fun to Drive. Sambil menanti globalisasi TNGA, salah satu usaha yang telah dilakukan yakni menambah teknologi Dual VVT-i pada mesin bensin seperti pada unit 1.3L dan 1.5L pada Grand New Avanza dan 2.0L milik All-New Innova. “Ke depan kita mau tidak mau harus Dual VVT-i buat semua model, ini salah satu ‘Fun to Drive’,” ujar Indra.

Sabtu, 5 Desember 2015 | 08:09 WIB - Ubud, KompasOtomotif – Penulis Febri Ardani Saragih - Editor Azwar Ferdian

"Anti Penyadapan" Tersedia untuk Desktop

Aplikasi Chatting "Anti Penyadapan" Tersedia untuk Desktop. Pengguna Signal kini bisa menjajal layanan private instant messaging tersebut lewat PC. Versi Beta-nya dipublikasikan hari ini, Kamis (3/12/2015) lewat situs resminya. Dengan begitu, layanan yang direkomendasikan Edward Snowden tersebut bisa digunakan secara lebih fleksibel. Saat sedang berada di luar rumah atau kantor, pengguna bisa aktif berkomunikasi lewat smartphone.


Sementara ketika berada di tempat yang memungkinkan penggunaan laptop atau komputer, pengguna bisa berkomunikasi lewat layar yang lebih besar. Namun, kemampuan Signal pada PC baru bisa tersinkronisasi dengan aplikasi Signal pada perangkat Android. Belum jelas kapan sinkronisasi dimungkinkan bagi pengguna iOS. Segera setelah pengguna mensinkronisasi akun Signal pada PC dan smartphone, setiap pesan yang masuk akan muncul di dua perangkat.

Diketahui, Signal merupakan layanan yang didanai oleh organisasi non-profit Open Whisper System (OWS). Organisasi tersebut beranggotakan para pengembang aplikasi yang memiliki misi sama: mendorong akses terbuka dan komunikasi privat bagi netizen.

Salah satu proyeknya adalah Signal. Layanan tersebut diklaim anti peretasan. Dengan sistem keamanan yang digodok secara matang dan dienkripsi terus menerus, tak ada orang yang bisa mendengar percakapan atau membaca pesan seseorang tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.

Fatimah Kartini Bohang - Kompas Tekno - Sabtu, 5 Desember 2015 | 09:14 WIB - KOMPAS.com